Lompat ke isi utama

Berita

Peluncuran Program Ngabuburit Pengawasan Bawaslu

Ayi 81

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat Kick Off Ngabuburit Pengawasan di Jakarta, Senin (23/03/2025).

Meulaboh, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI resmi meluncurkan program strategis bertajuk Ngabuburit Pengawasan pada Senin (23/02/ 2025) bertepatan dengan hari ketiga bulan Ramadan. Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, memimpin Kick Off program ini sebagai upaya menyatukan nilai spiritualitas Ramadan dengan komitmen penguatan demokrasi. Program ini diharapkan menjadi wadah reflektif sekaligus edukatif dalam memastikan pengawasan pemilu tetap berjalan optimal.

Program Ngabuburit Pengawasan dirancang sebagai kanal komunikasi humanis yang mempertemukan pengawas dengan masyarakat dalam suasana santai menjelang berbuka puasa. Filosofi utamanya adalah menjadikan Ramadan sebagai momentum literasi kepemiluan, motivasi bagi jajaran pengawas, sekaligus instrumen evaluasi kolektif terhadap proses demokrasi. Dengan demikian, kegiatan ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan bagian dari strategi kelembagaan untuk memperkuat integritas pengawasan.

Secara operasional, program ini akan dilaksanakan sebanyak 17 kali sepanjang Ramadan dengan format daring, luring, dan hybrid. Setiap sesi berlangsung menjelang adzan magrib, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi sembari menanti waktu berbuka. Bawaslu memastikan jangkauan program ini meliputi seluruh tingkatan, mulai dari Bawaslu RI hingga Bawaslu Kabupaten/Kota, sehingga pesan pengawasan dapat tersampaikan secara merata ke seluruh Indonesia.

Inklusivitas menjadi salah satu pilar utama program ini. Bawaslu melibatkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari unsur internal, akademisi, pegiat pemilu, organisasi kepemudaan, hingga media. Bahkan, terdapat instruksi khusus untuk memastikan keterwakilan perempuan dan kelompok rentan dalam setiap sesi. Hal ini menegaskan komitmen Bawaslu terhadap prinsip transparansi dan representasi yang adil dalam pengawasan demokrasi.

Peluncuran Ngabuburit Pengawasan menegaskan bahwa tugas pengawasan bukan hanya kewajiban administratif, melainkan juga komitmen moral dan spiritual. Melalui semangat #AyoAwasiBersama, Bawaslu mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan prinsip Awasi, Cegah, dan Tindak. Dengan menyatukan etika religius dan profesionalisme birokrasi, Bawaslu optimis dapat mewujudkan pemilu yang berintegritas dan menjaga kemurnian suara rakyat.

Ditulis Oleh : Humas Panwaslih Kabupaten Aceh Barat