Lompat ke isi utama

Berita

Menjaga Demokrasi, Mengawal Pemilu Yang Adil Dan Bermartabat

Ayi 81

Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Barat memimpin Upacara Peringatan HUT RI ke 80 tahun 2025 di Sekretariat Panwaslih Kabupaten Aceh Barat           Dok: Humas Panwaslih Aceh Barat

Tanggal 17 Agustus 2025 menandai delapan dekade perjalanan bangsa Indonesia dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan. Kemerdekaan bukan sekadar peristiwa historis, tetapi amanah yang diwariskan para pahlawan untuk terus dijaga dan dimaknai. Tema peringatan tahun ini, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”, mengingatkan kita bahwa kebebasan politik dan kedaulatan rakyat hanya akan bermakna apabila diiringi tanggung jawab moral, sosial, dan politik.

Salah satu pilar utama kemerdekaan adalah demokrasi. Di sinilah peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi strategis, yakni memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan berintegritas. Pemilu bukan hanya ritual lima tahunan, melainkan wujud nyata kemerdekaan rakyat dalam menentukan arah bangsa. Namun, demokrasi tidak hadir dengan sendirinya. Ia harus dijaga, diawasi, dan terus diperkuat agar tidak rapuh di tengah berbagai tantangan zaman.

Header
Upacara Peringatan HUT RI ke-80 tahun 2025, Minggu (17/08/2025)

Dinamika politik dan derasnya arus teknologi informasi menghadirkan tantangan baru dalam pengawasan pemilu. Kampanye hitam, politik uang, disinformasi, hingga intimidasi pemilih adalah ancaman serius bagi kualitas demokrasi. Dalam konteks inilah semangat kemerdekaan harus menjadi energi moral bagi setiap pengawas pemilu untuk bertindak tegas, berani, adil, dan profesional. Sebab, hanya dengan sikap itu demokrasi dapat tegak dan kedaulatan rakyat terjaga.

Kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari tekanan dalam menentukan pilihan politik. Ia menuntut ruang yang setara bagi seluruh peserta pemilu tanpa manipulasi dan pelanggaran. Karena itu, pengawasan pemilu sejatinya bukan sekadar tugas kelembagaan, melainkan panggilan kebangsaan untuk menjaga suara rakyat agar tetap murni.

Melalui refleksi kemerdekaan ke-80 ini, Bawaslu mengajak seluruh elemen bangsa dan pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, media, masyarakat sipil, hingga para pemilih untuk bersama-sama mengawal demokrasi yang bermartabat. Mari kita wujudkan pemilu yang bersih, transparan, dan berkeadilan. Sebab, menjaga demokrasi adalah bentuk perjuangan nyata di era kemerdekaan, dan itulah jalan menuju Indonesia emas.

Ditulis Oleh :  Haswandi S. P, Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Barat

"Refleksi HUT RI ke 80 tahun 2025"

Andi W