Membangun Generasi Demokratis Melalui Pendidikan yang Berkualitas
|
Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk merenungkan peran pendidikan dalam membangun bangsa yang maju dan beradab. Pada tahun 2025 ini, refleksi terhadap pelaksanaan pendidikan harus semakin menegaskan pentingnya pendidikan dalam membentuk karakter demokratis dan partisipatif di tengah tantangan zaman. Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses menanamkan nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan tanggung jawab sosial kepada generasi muda.
Dalam konteks demokrasi, pendidikan memiliki peranan sentral dalam membangun kesadaran politik dan literasi hukum masyarakat. Melalui pendidikan politik yang tepat, warga negara dapat menjadi pemilih yang cerdas dan kritis, mampu mengawasi jalannya pemerintahan serta turut serta dalam pengambilan keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab. Keterlibatan aktif dalam proses politik ini merupakan salah satu wujud penerapan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan, yang harus didukung oleh sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas tinggi.
Pengawasan pemilu, sebagai bagian penting dari proses demokrasi, juga bergantung pada tingkat pendidikan masyarakat. Dengan pendidikan politik yang baik, masyarakat mampu memahami mekanisme pemilu, hak dan kewajibannya, serta mengidentifikasi tindakan-tindakan tidak fair atau curang selama proses berlangsung. Oleh karena itu, pendidikan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat harus terus ditingkatkan agar partisipasi dalam pengawasan dan kontrol pemilu berjalan efektif dan demokratis.
Lebih dari itu, pengawasan partisipatif menjadi kunci dalam menjaga integritas dan transparansi pelaksanaan pemilu. Melibatkan masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan media dalam pengawasan menunjukkan bahwa demokrasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh warga negara. Melalui pendidikan yang mendorong partisipasi aktif dan pengawasan mandiri, bangsa Indonesia mampu memperkuat fondasi demokrasi yang kuat, bersih, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Pada hari pendidikan nasional 2025 ini, sudah saatnya kita semua meningkatkan komitmen dalam menyediakan pendidikan berkualitas yang mampu memperkuat demokrasi dan menumbuhkan budaya partisipatif. Melalui pendidikan yang inklusif dan berwawasan politik, generasi muda akan mampu menjadi agen perubahan yang mampu menjaga kestabilan politik, mengawal proses pemilu, dan memastikan terjadinya pembangunan yang adil dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menjadi ladang ilmu, tetapi juga menjadi landasan utama dalam mewujudkan masyarakat demokratis yang maju dan berkeadilan.
Ditulis Oleh : Haswandi S. P, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Humas dan Partisipasi Masyarakat.
"Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025"