Kolaborasi Akademik dan Pemda Dorong Integrasi Isu Lingkungan dalam Pengawasan Pemilu Aceh Barat
|
Meulaboh, Panwaslih Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan prinsip ramah lingkungan dalam setiap proses pengawasan pemilu. Komitmen ini disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Program Studi Ilmu Hukum Universitas Teuku Umar dengan tema “Implementasi Konsep Pengawasan Pemilu Berbasis Ramah Lingkungan: Studi Evaluatif terhadap Praktik Demokrasi Berkelanjutan” yang berlangsung di Meuligoe Agam Coffee & Resort Meulaboh. Rabu (27/08/2025).
Ketua Panwaslih Aceh Barat, Haswandi, hadir langsung sebagai salah satu narasumber dan menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya berkaitan dengan aspek kejujuran dan keadilan, tetapi juga harus memperhatikan dampak ekologis yang ditimbulkan dari setiap tahapan pemilu. Menurutnya, isu lingkungan perlu menjadi perhatian bersama agar praktik demokrasi berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Lebih lanjut, Haswandi menyampaikan bahwa Panwaslih Aceh Barat siap menjadi pelopor dalam mendorong integrasi isu lingkungan ke dalam mekanisme pengawasan pemilu di tingkat daerah. Ia menilai bahwa kolaborasi dengan lembaga akademik, pemerintah daerah, serta penyelenggara pemilu sangat penting untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Panwaslih Aceh Barat juga memberikan masukan terkait tantangan lapangan yang dihadapi saat melakukan pengawasan, termasuk penggunaan logistik pemilu yang berpotensi menimbulkan limbah. Menurut Haswandi, perlu adanya langkah-langkah mitigasi agar pengawasan pemilu tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.
FGD ini turut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Adam Sani, S.H.I.,M.H, anggota KIP Kabupaten Nagan Raya, serta T. Ivon Akmal, S.H mewakili Bagian Hukum Setdakab Aceh Barat. Hadir pula Dekan FISIP Universitas Teuku Umar Basri, S.H.,M.H, Wakil Dekan FISIP Dr. Afrizal Tjotra, M.Si, serta para peneliti yang diketuai oleh Dr. Apri Rotin Djusfi, S.H., M.H. Hasil diskusi nantinya akan menjadi bagian dari laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi pada akhir tahun 2025. Panwaslih Aceh Barat berharap temuan dan rekomendasi dari forum ini dapat menjadi pijakan untuk membangun sistem pengawasan pemilu yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ditulis Oleh : Romi Madmola
Editor : Humas Panwaslih Kabupaten Aceh Barat