Hari Buku Nasional, Membangun Kesadaran Pengawasan Pemilu melalui Literasi
|
Setiap tahun, peringatan Hari Buku Nasional diperingati sebagai momentum penting untuk mendorong budaya membaca dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Buku adalah sumber pengetahuan yang tidak hanya memperkaya wawasan individu, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang hak, kewajiban, serta mekanisme demokrasi yang berlaku di negara kita. Melalui literasi, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengawasan pemilu dan peran aktif warga negara dalam menjaga integritas proses demokrasi.
Dalam konteks pemilihan umum, Bawaslu sebagai lembaga pengawas memiliki peran sentral memastikan jalannya pemilu berlangsung jujur, adil, dan transparan. Ketersediaan literasi politik melalui buku dan sumber belajar lainnya memudahkan masyarakat untuk mengerti dan menyadari hak-haknya sebagai pemilih serta pentingnya mereka ikut serta sebagai pengawas partisipatif. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat tidak lagi menjadi penonton pasif, tetapi turut aktif memantau dan melaporkan potensi pelanggaran yang terjadi.
Selain peran Bawaslu dalam pengawasan, partisipasi masyarakat sebagai pengawas partisipatif menjadi kunci utama keberhasilan proses demokrasi. Melalui edukasi dan literasi yang diperoleh dari buku-buku tentang demokrasi dan pemilu, warga mampu mengidentifikasi penyimpangan dan melaporkan secara tepat. Momentum Hari Buku Nasional menjadi pengingat bahwa literasi adalah dasar kuat dalam membangun masyarakat sadar hukum dan demokratis, yang mampu menjaga integritas proses pemilihan.
Setelah pemilu berlangsung, Bawaslu melakukan kegiatan pasca pemilu untuk melakukan evaluasi dan mengatasi permasalahan yang muncul. Partisipasi masyarakat yang memahami proses ini melalui literasi yang mereka miliki sangat berperan dalam memperkuat sistem pengawasan. Masyarakat yang paham hak dan kewajibannya akan lebih mudah berkontribusi dalam proses verifikasi dan memastikan hasil pemilu tetap jujur dan berintegritas.
Mengakhiri peringatan Hari Buku Nasional, mari jadikan membaca dan belajar sebagai bagian dari budaya kita. Dengan pengetahuan yang diperoleh dari buku, kita akan lebih mampu menjadi warga negara yang cerdas, aktif, dan bertanggung jawab dalam menjaga demokrasi. Bersama Bawaslu, mari tingkatkan literasi dan partisipasi masyarakat agar pemilu di Indonesia semakin bersih, adil, dan transparan demi masa depan bangsa yang lebih baik.
Ditulis Oleh : Haswandi S. P, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Humas dan Partisipasi Masyarakat.
"Refleksi Hari Buku Nasional 17 Mei 2025"