Bawaslu Aceh Barat Sambangi SMAN 1 Bubon, Tanamkan Kesadaran Demokrasi Sejak Dini
|
Layung, Demokrasi tidak semestinya berhenti pada urusan mencoblos di bilik suara. Kesadaran untuk mengawasi, keberanian menolak politik uang, serta kecakapan memilah informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Semangat itulah yang dibawa Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Aceh Barat melalui program Bawaslu Saweu Sikula di SMAN 1 Bubon, Jumat, (9/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Aceh Barat, Haswandi, bersama Anggota Bawaslu, Sudirman Z dan Aidil Azhar, serta staf terkait. Kehadiran jajaran pengawas pemilu itu menjadi bagian dari upaya mendekatkan pendidikan demokrasi kepada pelajar, khususnya generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam keberlangsungan proses demokrasi di masa mendatang.
Melalui program Bawaslu Saweu Sikula, pelajar diperkenalkan pada pentingnya pengawasan partisipatif. Mereka didorong untuk tidak sekadar memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi di lingkungannya. Sikap kritis diperlukan agar pelajar mampu mengenali praktik politik uang, menyikapi informasi secara bijak, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar bohong atau hoaks.
Pendidikan pengawasan sejak dini menjadi penting di tengah derasnya arus informasi dan tantangan dalam menjaga integritas demokrasi. Pelajar tidak hanya diposisikan sebagai calon pemilih, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi dalam membangun budaya politik yang sehat. Melalui pemahaman tersebut, mereka diharapkan mampu membedakan informasi yang dapat dipercaya, menolak praktik yang mencederai demokrasi, dan mengetahui jalur resmi untuk menyampaikan dugaan pelanggaran pemilu.
Bagi Bawaslu Aceh Barat, Saweu Sikula merupakan salah satu upaya membangun kesadaran pengawasan yang melibatkan masyarakat sejak dini. Demokrasi yang berkualitas tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu dan peserta kontestasi, tetapi juga pada masyarakat yang peduli terhadap integritas prosesnya. Dari lingkungan sekolah, kesadaran itu diharapkan tumbuh menjadi sikap kritis dan tanggung jawab bersama dalam mengawal demokrasi yang jujur dan adil.
Ditulis Oleh : Humas Panwaslih Kabupaten Aceh Barat